Click2irma’s Weblog

Berdamai Dengan Masa Lalu

Seorang yang dewasa harus punya kendali penuh atas kehidupannya.

Jangan pernah memanfaatkan orang lain atau hubungan yang sedang terjalin sekarang untuk menyelesaikan konflik masa lalu, karena akan menghambat pertumbuhan anda sendiri.

Ketertarikan dan ketergantungan kita pada orang tertentu saat kita dewasa seringkali adalah karena bawaan dari masa lalu kita, Menyalahkan orang lain untuk masalah yang kita miliki adalah cara yang tepat untuk melepaskan diri dari tanggung jawab. Tapi Bukan Masalahnya. Namun, adalah fakta bahwa kita dapat melenyapkan pengaruh buruk dari masa lalu kita.

Sebagai orang dewasa, kita dapat memilih untuk bertumbuh. Tapi bukan dengan menyalahkan orangtua, orang lain yang memiliki pengaruh dalam hidup kita. Yang kita butuhkan adalah mengerti siapa diri kita dan dengan pertolongan Tuhan dipulihkan dari kerusakan yang disebabkan oleh masa lalukita yang buruk.

Ketika kita melihat ke masa lalu dan membuka pintu-pintu yang tertutup, kita akan menemukan banyak “bayangan masa lalu” yang membuat hidup kita gelisah dan khawatir. Tapi bayangan tidak dapat menyakiti kita. Mereka bukan musuh kita yang sebenarnya.

Musuh itu, adalah diri sendiri.

3 Responses to "Berdamai Dengan Masa Lalu"

“Musuh itu adalah diri sendiri”
Pernyataan yang sangat tepat. Musuh tidak berada diluar kita, tapi memang ada pada diri sendiri. Musuh yang paling besar adalah hawa nafsu. Inilah yang akan memnjerumuskan manusia ke derajat yang paling hina. Hawa nafsu inilah yang akan memunculkan dendam, iri, dengki, suka marah, rakus, suka menghasut dan semua sifat jelek pada diri kita. hawa nafsu tidak bisa dihilangkan dalam diri, tapi hanya bisa diminimalis pengaruhnya. Adakah yang bisa memanej nafsu agar bisa dikendalikan??????

allow.. mba irma..
tetap shemangatz ya….!!! (dengan tiga tanda seru)

yang lagi blog walking en mencotek-semua-yang-bisa-dicontek

“Seorang yang dewasa harus punya kendali penuh atas kehidupannya.”

Kalimat ini membuat hampir 99.99% manusia berada dalam kategori ‘tidak dewasa’.

Just keeping it real, and not too serious :)
Reza

Leave a Reply