Click2irma’s Weblog

When Everybody Leaves You, Second Trial

Posted on: June 9, 2008

Soroako, Saturday May 3rd, 2008

 

It so sad when you are left behind by some people for a mistake that you know you never make it. They don’t talk to you, they don’t want to see you happy by always trying to hurt you, humiliate you and even influence other to hate you too. What you have to do with these people? The answers are, BE PATIENT and give it all to The Almighty, Alllah SWT.

 

It sad when you got yourself losing a friend. But, is it stopping you to live? You have tried to fix the relationship, but they still do the same thing. So what now?

 

You know what….Hurted people, hurt people. Can you feel it?

You also experienced it, right? When you hurt someone, actually you hurt yourself at the same time!

 

 

It is one of a process of living. Life is not always happy. Life is not always friendly. Life is not always goes on with what you want life should be.

Life is hard. And whether you like it or not, life is goes on.

 

Check this out to make you feel that you are not alone, that being hated is not only you. Rasulullah Muhammad, SAW also experienced it, and what he did for it is only submitted himself to the Almighty. What else can we do?

 

Ketika paman Rasulullah – Abi Thalib bin Abdul Muthalib- yang merupakan orang terpandang dari Bani Hasyim, yang mana dia adalah satu-satunya sosok yang ditakuti dan yang menghalang-halangi orang-orang kafir Quraisy untuk menyakiti Rasulullah meninggal dunia, maka terbukalah peluang untuk orang-orang kafir Quraisy menyakiti beliau.

 

Karena tidak tahan atas cercaan, makian, dan hinaan, Rasulullah hijrah ke Thaif untuk menyeru kepada Bani Tsaqif kepada Islam, dan untuk mendapatkan ketenangan beribadah, ironisnya, Rasulullah malah mendapatkan perlakuan yang sama. Beliau yang oleh Bani Tsaqif, selain dicerca, dihina, dan dimaki, malah justru diusir dan dilempari batu sehingga darah mengalir dari kedua kakinya. Pada saat itulah Zaid bin Tsabit, r.a (Semoga Allah merhmatinya) memasang badan untuk melindungi Rasul sehingga ia sendiri kepalanya terluka lebar. Rasul lalu berlari ke sebuah kebun dan berdoa kepada Penciptanya :

 

” Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, ketidakberdayaanku, dan penghinaan yang ku terima dari manusia. Wahai Engkau yang lebih pengasih dari semua yang pengasih. Kepada siapa Engkau serahkan aku? Kepada orang asing yang menyambutku dengan wajah masam atau kepada musuh yang akan menguasaiku?

Selama Engkau tidak murka kepadaku, akupun tidak peduli. Perlindungan-Mu sungguh lebih luas bagiku. Aku berlindung kepada cahaya wajah-Mu yang menyinari kegelapan, yang membuat baik segala urusan, dari turunnya kemarahan atau murka-Mu. Engkau berhak mencelaku hingga Engkau rel. Tiada daya dan upaya melainkan diri-Mu semata. ”

(Khadijah, The True Love Story of Muhammad. Written by : Abdul Mun’im Muhammad)

 

Ya..seperti itulah sikap rasulullah ketika ia merasa putus asa menghadapi orang-orang yang tidak menyukai mereka.

Pasrah. Memasrahkan diri kepada Sang Khaliq. Siapa lagi?

 

Behind all problems and temptations I have faced, I got much much better in return. What is it?

 

IMAN…. Ya, iman… semakin bertambah ketika dihadapkan dengan masalah-masalah.

 

Well, sebenarnya kurang bagus juga ketika kita dihadapkan masalah baru merasa dekat dengan Tuhan. Jadi, ketika gembira,ketika senang, lupa deh sama Tuhan..

 

Sifat dasar manusia…

 

Passing the step regards with being submitted to Allah and reminds Allah in good times, I admit that I am not get through it yet… jadi sebenar-benarnya ikhlas dengan semua cobaan yang ada…na’ah…

 

Padahal. Sudah jelas di Al Quran, :

” Ada kalanya kamu tidak menyukai sesuatu sedang ia berguna bagi kamu. Dan ada kalanya kamu menyukai sesuatu sedang dia berbahaya bagi kamu.Dan Allah itu Mengetahui dan kamu tidak mengetahui ” (QS. Al Baqarah : 216).

 

It seems I also need to improve my intention in praying to Allah. Meluruskan niat,not only remind Allah and pray in hard times, and feel close to Allah at that time, but also need to remind Allah in good times and feel the same.

 

Amru Khalid says in his book, titled “ Ya Allah, Curahkanlah Kesabaran Bagiku. “

 

“Kita berdoa kepada Allah SWT dalam kerangka  kesempurnaan ibadah kepadaNya, dan penghambaan kepada-Nya bukan semata-mata demi memenuhi kebutuhan dan tuntutan kita.

 

And a good pray to applied, taken from the same source :

 

“Ilahi, hamba-Mu yang miskin dan lemah ini berdiri dihadapan-Mu

Ilahi, hamba telah menganiaya diri hamba sendiri,

Dan tidak akan ada yang mengampuni dosa hamba selain Engkau,

Maka ampunilah hamba.

 

Ilahi, hamba telah bertaubat kepada-Mu, namun kembali melakukan dosa dan kemaksiatan,

Maka bantulah hamba, dan tegarkanlah jiwa hamba.

 

Ilahi, bimbinglah hamba menuju kepada-Mu

Sebab hamba ini lemah,

Dan Engkau Maha Perkasa.

 

Ya Allah, yang telah menutupi kesalahan dan kemaksiatanku,

Tidakkah engkau akan menutupiku nanti di hari pengembalian?

Hamba kembali kepada-Mu,Tuhan,

maka terimalah Hamba.”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: