Click2irma’s Weblog

Mahalnya nilai Sebuah “Dendam” (a self-reflection)

Posted on: February 2, 2009

Dendam adalah membekasnya “keburukan” orang lain di dalam hati……yang sama artinya dengan membekasnya suatu “kebaikan”.
Sangat “manusiawi”, ketika kita disakiti, kita akan merasa tidak nyaman, marah, bahkan dendam.
Tapi apakah kita pernah menelaah, apa akibatnya bagi diri kita sendiri (dan bukan orang lain) dikarenakan perasaan “dendam” yang kita pelihara?
Dalam sudut pandang orang yang memelihara dendam di hatinya adalah totalitas ketidaknyamanan terhadap diri sendiri : berprasangka buruk terhadap diri sendiri dan utamanya orang lain, karena ia berpikir, orang lain juga akan melakukan hal yang sama buruknya dengan orang yang meninggalkan rasa dendam/sakit itu.

Dendam yang terpelihara di dalam hati, akan tercermin jelas di fisik kita: muka selalu murung dan sedih, berhasil “memproduksi” kata-kata sinis bagi diri sendiri dan orang lain, badan kurus dan cenderung menyakiti diri sendiri. Akibatnya, orang-orang juga akan merasa tidak nyaman berada di dekatnya dan menjauhinya (kecuali orang-orang yang beruntung yang mempunyai “sahabat” sejati yang rela menemani dan membantu “pemelihara dendam” ini untuk keluar dari jeratannya).

Dendam bisa berakibat FATAL bagi diri sendiri :
Pertama, kita akan kehilangan orang-orang yang betul-betul tulus mencintai dan menyayangi kita
Kedua, sifat ini akan mematikan akal dan hati kita…menjadikan kita,
Berhenti menjadi orang yang pengasih,
Berhenti berkreativitas dan berpikir positif,
Berhenti menyadari bahwa betapa berguna dan istimewanya kita bagi orang lain yang masih membutuhkan “keberadaan” kita.

Semuanya hanya karena dendam kepada satu orang dan hal itu sudah lewat dan tidak lagi bisa di”ubah”.
Apakah kita akan terus tinggal dan berdiam diri memelihara “dendam” ini? Walaupun kita sadar potensi besar yang kita miliki dalam diri, jiwa dan hati kita untuk bisa merubah “dunia”?

Betapa istimewanya kita yang di beri potensi akal dan hati untuk membangun diri dan menjadi berguna bagi sekitar.
Betapa banyaknya orang lain yang menghadapi masalah yang jauh lebih kompleks, menyedihkan dan menyakitkan hati dibandingkan dengan kita.

Kita hanya terlalu terpaku pada satu pintu hati yang tertutup sehingga tidak menyadari pintu-pintu hati lainnya yang terbuka dengan tulus dan penuh kasih untuk kita yang dibuka lebar oleh sahabat dan keluarga kita.

“Kebaikan” sama halnya dengan “keburukan”, bisa membekas dan terpatri dalam hati kita..

Adalah menjadi pilihan kita, memilih untuk tetap berada dalam lingkaran “keburukan” atau lingkaran kasih “kebaikan”…

Bila kita memilih untuk menjadi ”lebih baik”, maka MAAFKANlah dan AMPUNI lah orang yang telah menyebabkan dendam itu.
Betapa Allah begitu baik membagikan sifat “kasih” dan “sayang”Nya kepada diri kita sewaktu kita dilahirkan di dunia ini..
Dan betapa bodoh dan sombongnya kita, tidak menyadari dan tidak mengakui kedua sifat baik kita itu.

Memaafkan memberikan kita dua hal yang baik:
Satu, kita mendapatkan pahala (terdengar klise bagi pecinta diri sendiri dan dunia).
Dua, mensyukuri Dzat yang telah menempatkan kita pada posisi orang yang memaafkan dan orang lain pada posisi yang keliru.

Lalu, sempurnakanlah Pemaafan dan Pengampunan kita dengan KETULUSAN.
Lihatlah dari sisi lain, sadari bahwa sikap menyakitkan yang dilakukan orang lain terhadap diri kita tidak lain karena dosa pribadi kita, atau untuk menguji kesabaran diri.

Diatas semuanya,
Berfikirlah dan tanamkan dalam hati : Segala sesuatunya adalah takdir dari Allah, SWT.
“(yaitu)…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran : 134)
D A N
“ Kemudian Tuhanmu (pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar, sungguh, Tuhanmu, setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS.An Nahl: 110)

Sekali lagi,
Adalah menjadi pilihan kita, memilih untuk tetap berada dalam lingkaran “keburukan” atau lingkaran kasih “kebaikan”…

Dedicated to:
The one who is hurted and in progress of recovering self: You are NEEDED AND SPECIAL!

Advertisements

1 Response to "Mahalnya nilai Sebuah “Dendam” (a self-reflection)"

Mantap!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: