Click2irma’s Weblog

True Friends and Dependency

Posted on: March 22, 2009

It is so sad when I want to leave some people whom I just met, and I realize that you are the ones, the true friends that I don’t recognize during the time we spend altogether.

I love you guys all already, and I have to leave you all for one thing that I can’t describe. For the reason of knowing self more is not too appropriate and logic. Yeah, just I have said at that time, I don’t know what I want. And I need time to think..and I don’t want to be depend on anybody but me.

Dependent..yes, I am so dependent on others, especially my bestfriends till I can’t be myself.Almost all decisions regarding on my “life” made by my friends for me, till I don’t know exactly what I want..I didn’t blame my friends for that. That’s what friends are for. To be in need altogether. It is just left no room for me because of that dependency.

You guys are not the reason I leave the liqo’. It just a matter of me and ambigueness and unanswered on “something”. Glad to know you as friends, even sisters to me. By deciding not joining our liqo again,doesn’t mean our silaturrahim is ended. I still want to be your friend, and want to hang out altogether, only not in the liqo’form.

Love you all…

ayu

Advertisements

3 Responses to "True Friends and Dependency"

Suatu ketika datanglah seseorang kepada Ibnu Mas’ud radhiyallu ‘anhu, sahabat Rasulullah saw, untuk meminta nasehat. “Wahai Ibnu Mas’ud, berilah nasihat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tenteram. Jiwaku selalu gelisah dan dan pikiranku pun serasa kusut masai. Makan tak enak tidurpun tak nyenyak.”

Mendengar itu Ibnu Mas’ud pun kemudian menasehatinya. “Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ke tempat orang yang membaca Al-Quran dan dengarkanlah
baik-baik orang yang membacanya; atau pergilah ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kita kepada Allah; atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian ber-khalwat-lah untuk menyembah-Nya. Misalnya, di tengah malam buta, ketika orang-orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam, memohon ketentraman jiwa, ketentraman pikiran, dan kemurnian hati kepada-Nya. Seandainya jiwamu belum juga terobati dengan cara ini, maka mintalah kepada Allah agar diberi hati yang lain karena hati yang kau pakai saat ini bukanlah hatimu.”

Ya Allah, berilah aku hati yang lain….Amin…

nah lho…napa langsung main bypass aja ini ee…
yg “tiga tempat” itu sudah dikunjungi semua kah?
😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: